ahlan wa sahlan

Semoga bermanfaat," Sampaikanlah Walau Hanya Satu Ayat"

Selasa, 05 Juni 2012

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SAYUR (Laporan Praktikum Produksi Tanaman Sayur)


TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SAYUR
(Laporan Praktikum Produksi Tanaman Sayur)



Oleh :

Apri T Hutapea           0914013077
Darso Waluyo             0914013084
Fernando Iskandar D  0914013100













PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011



I.                   PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Tanaman sayur selain mengandung berbagai zat gizi yang berguna untuk kesehatan tubuh, juga mengandung zat-zat non gizi yang juga cukup penting, yang disebut dengan serat. Serat dapat membantu mencegah sembelit, mencegah kanker, mencegah sakit pada usus besar, membantu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengontrol kadar gula dalam darah, mencegah wasir, membantu menurunkan berat badan dan masih banyak lagi.
Mengkonsumsi serat makanan juga dapat menurunkan terjadinya penyakit degeneratif. Banyak penelitian menunjukkan perbandingan antara kaum vegetarian dan pemakan daging. Umumnya kaum vegetarian memiliki risiko penyakit degeneratif (seperti jantung koroner dan kanker) yang lebih rendah dibandingkan dengan pemakan daging. Usia kaum vegetarian juga relatif lebih panjang.
Serat pada makanan dibedakan atas 2 jenis, yaitu serat yang larut dalam air dan yang tidak larut dalam air. Serat yang larut dalam air bersifat mudah dicerna, contohnya adalah sebagai berikut : pektin (misalnya buah-buahan apel, stroberi, jeruk), musilase (misalnya agar-agar dari rumput laut) dan gum (misalnya oat, biji-bijian, kacang-kacangan, psyllium dan rumput laut).
Sedangkan serat yang tidak larut dalam air bersifat tidak mudah dicerna oleh tubuh, contohnya adalah sebagai berikut : selulosa (misalnya wortel, bit, umbi-umbian, bekatul), hemiselulosa (didapat pada kulit ari yang menutupi beras atau gandum), dan lignin (terdapat pada batang, kulit dan daun sayur-sayuran).


Orang dewasa membutuhkan serat sekitar 20-30 gram per hari. American Heart Association Science Advisory menyarankan konsumsi serat makanan sekitar 25 sampai 30 gram per hari dari bahan makanan sehari-hari (bukan dari suplemen serat / serat makanan instan) untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan mencegah gangguan atau kelainan jantung dan pembuluh darah.Di zaman sekarang ini, tidak semua orang memiliki waktu untuk mengonsumsi atau menyiapkan makanan yang mengandung serat sehingga muncul cukup banyak suplemen serat di pasaran. Namun perlu diingat, suplemen serat yang banyak dijual di pasaran itu hanya bersifat membantu kecukupan asupan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Suplemen serat memang dibuat dari ekstrak tumbuh-tumbuan tertentu (boleh dibilang dari serat alami juga), namun tetap saja berbeda dengan serat yang langsung terdapat dalam bahan makanan sehari-hari (dalam sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan serealia). Suplemen serat merupakan ekstrak atau sari dari suatu bahan alam. Proses ekstraksi atau penyaringan akan menghilangkan banyak zat-zat lain yang sebenarnya berguna bagi kesehatan.

Oleh karena itu mengkonsumsi sayur-sayuran yang langsung diolah sendiri sangatlah dianjurkan. Banyak sekali sayur-sayuran yang ada di sekeliling Anda, selain harganya murah muriah, juga mudah didapat. Berikut beberapa contoh makanan yang berserat : Beras menyumbang 2,1 gram serat, sedangkan kacang-kacangan hanya 1,1 gram (misalnya kacang panjang,
tempe, tahu, kacang hijau, dan kacang merah). Sayur mensuplai 1,2 gram serat (misalnya kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda, pepaya muda, dan daun singkong).
Ada banyak alasan mengapa sayur sangat penting bagi tubuh. Seperti dilansir dari HSPH dan Family Education, berikut beberapa alasan mengapa sayur penting :
Sayur Melindungi Kesehatan
sayuran dikemas dengan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi tubuh.
Makan buah dan sayur setiap hari dapat memberi keuntungan :



  1. Mengurangi risiko penyakit jantung
  2. Mengurangi risiko tekanan darah tinggi
  3. Mengurangi risiko diabetes tipe II
  4. Mengurangi risiko kanker
  5. Melancarkan sistem pencernaan
  6. Sistem penglihatan yang sehat
  7. Fungsi memori yang sehat
  8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  9. Tulang dan gigi yang sehat
Sayur Melawan Berbagai Jenis Penyakit
Sayur mengandung fitokimia yaitu senyawa kimia seperti beta-karoten yang terjadi secara alami pada tanaman, dan sangat penting untuk melawan berbagai jenis penyakit.Fitokimia biasanya terkait dengan warna. Warna hijau, kuning-oranye, merah, biru-ungu, dan putih mengandung kombinasi mereka sendiri.
Berikut arti warna buah dan sayur bagi kesehatan tubuh :
  • Warna hijau, mengandung berbagai fitokimia seperti lutein dan indoles, yang berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Warna kuning-oranye, mengandung berbagai jumlah antioksidan seperti vitamin C serta karotenoid dan bioflavonoid.
  • Warna merah, mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Khasiat kandungan lain seperti lycopene dan anthocyanins sedang dipelajari.
  • Warna biru-ungu, mengandung berbagai jumlah fitokimia yang mempromosikan kesehatan seperti anthocyanin dan fenolat, antioksidan yang melawan penuaan dini.
  • Warna putih dan coklat, mengandung berbagai jumlah fitokimia yang berfungsi untuk kebugaran tubuh.
Sayur Untuk Mengatur Berat Badan
Sayur yang rendah kalori dan tinggi serat dapat membantu mengendalikan berat badan. Dengan makan banyak buah dan sayur, serta makanan rendah kalori, Anda akan mudah mengontrol berat badan Anda.
Sayur Sumber Energi
Orang yang sibuk memerlukan makanan bergizi, berenergi dan mudah didapatkan, seperti buah-buahan dan sayuran segar. Buah-buahan dan sayuran adalah sumber energi alami dan memberikan tubuh banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap hidup.

Perubahan fisik yang muncul akibat hujan bagi lingkungan tumbuh tanaman adalah meningkatnya kelembaban udara dan meningkatnya kandungan air dalam tanah. Kedua hal tersebut berdampak pada percepatan perkembangan patogen baik jamur maupun bakteri, terganggunya keseimbangan nutrisi tanaman di dalam tanah serta munculnya kerusakan fisik lain berupa pecah batang , pecah buah juga robohnya tanaman.

Beberapa teknik untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran akan disajikan dan dilengkapi dengan tinjauan penyakit - penyakit utama yang biasa menyerang tanaman di musim hujan, uraian singkat mengenai siklus air, proses kehilangan dan pergerakan nutrisi tanaman utama, serta uraian dampak genangan air pada tanaman.

• Kerusakan Tanaman Akibat Kelebihan Air
Organ tanaman sayuran banyak yang bersifat sukulen atau mempunyai kandungan air yang tinggi. Karena air hujan juga mengandung cukup banyak nitrogen maka beberapa jenis sayuran cenderung lebih mudah pecah pada waktu hujan sebagai contoh pecahnya batang tanaman melon, pecah buah semangka dan pecah kubis.
Akibat lain dari kebanyakan air bagi tanaman sayuran adalah munculnya gejala layu karena tanaman keracunan nitrogen. Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada waktu air memenuhi seluruh rongga udara di dalam tanah maka kebutuhan oksigen akar tidak terpenuhi. Pada kondisi cukup oksigen nitrogen tersedia bagi tanaman dalam bentuk NH4+ atau NO3- sedangkan pada kondisi anaerob atau tergenang air ion - ion nitrogen tersebut tereduksi menjadi NO2 yang sangat beracun bagi tanaman. Sebagian besar tanaman sayuran sangat peka terhadap kebanyakan air.

Kebanyakan air dalam tanah juga menyebabkan rendahnya daya dukung tanah terhadap tetap tegaknya tanaman menjadi rendah. Hal yang sering terjadi adalah robohnya tanaman akibat hujan angina meskipun tanaman sudah ditopang dengan lanjaran.
Gangguan lain yang disebabkan oleh limpahan air hujan adalah keseimbangan nutisi dalam tanah. Bentuknya dapat berupa rontoknya bunga dan buah serta turunnya mutu buah khususnya dalam kemanisan buah.
Teknik budidaya yang paling popular digunakan untuk mengurangi kelebihan air adalah dengan pembuatan saluran drainase. Terdapat dua macam cara pembuatan saluran drainase yaitu saluran drainase di atas permukaan tanah dan saluran drainase di bawah permukaan tanah.

Saluran drainase di atas permukaan tanah dimaksudkan untuk mengurangi genangan, mencegah kejenuhan air yang berkepanjangan dan mempercepat aliran ke arah pembuangan tanpa terjadinya erosi tanah. Drainase ini mencakup parit-parit pemasukan dan pembuangan dalam petak penanaman termasuk di dalamnya parit yang ada diantara bedeng penanaman.
Saluran drainase di bawah permukaan dimaksudkan untuk memindahkan kelebihan air di dalam tanah. Drainase ini dapat menurunkan tingginya kandungan air baik karena curah hujan, air irigasi permukaan , limpasan dari dataran yang lebih tinggi, dan air resapan. Bentuknya bervariasi ada drainase gorong-gorong, drainase batu, drainase kotak dan drainase bamb
u.

• Kerusakan Akibat Meningkatnya Perkembangan Penyakit
Datangnya musim hujan bulan Oktober hingga Maret ini selain memberikan persediaan air yang cukup bagi tanaman, ternyata juga dapat memberikan dampak negatif berupa lingkungan udara yang lembab. Kelembaban yang tinggi ini sangat kondusif bagi perkembangan tumbuhnya jamur maupun bakteri. Sayangnya, tidak hanya jamur dan bakteri yang menguntungkan yang hidup secara pesat dalam keadaan ini, melainkan juga yang merugikan.
Bahkan disinyalir pertumbuhan jamur yang merugikan termasuk diantaranya penyebab berbagai penyakit tanaman bisa lebih tinggi. Akibatnya tentu saja resiko serangan penyakit di musim hujan menjadi lebih tinggi dibandingkan musim kemarau.

B.     Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui cara budidaya kacang panjang, kangkung dan tomat
2.      Mengetahui pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman
3.      Mengetahui produksi tanaman kacang panjang, kangkung dan tomat



II.                TINJAUAN PUSTAKA


Sayuran dalam kehidupan manusia sangat berperan dalam pemenuhan
kebutuhan pangan dan peningkatan gizi, karena sayuran merupakan salah satu
sumber mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan manusia. Konsumsi sayuran
pada saat ini sudah mulai meningkat, karena mulai adanya kesadaran bahwa
dengan mengkonsumsi sayuran berarti hidup akan bertambah sehat (Nugrohati dan Untung, 1986).
Salah satu kendala yang dihadapi di dalam budidaya tanaman kacang
panjang adalah masalah hama, terutama hama penggerek polong (Maruca
testulasis), tungau merah (Tetranychus bimaculatus) dan kutu daun (Aphistavaresi).Ketiga hama ini umumnya menyerang pada musim kemarau dan bila tidak dilakukan usaha pengendalian hama, maka tanaman sayuran menjadi tidak produktif, bahkan dapat gagal panen. Salah satu usaha agar produktivitas sayuran dapat ditingkatkan diperlukan tindakan dalam pengendalian hama dan penanganan pasca panen yang efektif dan efisien. Metode pengendalian hama yang digunakan oleh petani sayuran adalah perlakuan dengan pestisida. Pestisida dianggap sebagai produk yang mudah diterapkan, tersedia dengan mudah di tingkat petani, dan secara ekonomis sangat menguntungkan. Pada umumnya pestisida yang dipergunakan adalah jenis pestisida yang tergolong insektisida organofosfat dan karbamat. Permasalahan di lokasi biasanya berkisar tentang dosis insektisida yang dipergunakan untuk menyemprot hama dan berapa kadar residu yang terdapat pada polong kacang panjang pada saat panen. (Sunarjono, 2003).



Lycopen atau yang sering di sebut sebagai a.careteno adalah salah satu karetonoid pigmen merah terang, suatu fitokimia yang banyak di temukan dalam buah tomat dan buah-buah lain yang berwarna merah .Pada penelitian makanan likopen adalah objek paling populer. Karetobnoid secara ektensif dan tetnyata merupakan sebuah antioksidan yang sangat kuat dan memiliki kemampuan anti kanker.      Sayuran dan buah- buahan yang bewrwarna merah , seperti tomat merupakan sumber utama likopen . Tidak seperti vitamin c yang akan hilang atau berkurang apabila buah atau sayur di masak ,atau di simpan psta tomat empat kali lebih banyak di banding dalam uah toat segar , hal ini karena di sebabkan lykopen sangat tidak larut dalam air dan terikat kuat dalam serat .
Lycopen merupakan suatu anti oksidan yang sanga kuat kemampuannya mengendalikan singlet oksidan (oksigen dalam bentuk radikal bebas). (Nursanyoto H, dkk. 1992)

Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak yang hidupnya menjalar dan tanaman kacang panjang ini merupakan tanaman semusim yang dengan tinggi kurang lebih 2,5 m pada bagian batang tanaman kacang panjang ini umumnya tumbuhnya tegak, silindris, lunak dan berwarna hijau dengan permukaan licin kemudian daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau. Kemudian bunga tanaman kacang panjang ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Kemudian buah tanaman kacang panjang ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda (Harun, Y. 1995).


Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan. Disamping itu hewan juga menyukai kangkung bila dicampur dalam makanan ayam, itik, sapi, kelinci dan babi ( Eko,1991).



III.             METODE PRAKTIKUM

A.    Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain cangkul, gembor, ajir, air, gunting/pisau, tali rafia, timbangan.
Sedangkan bahan- bahan yang digunakan antara lain benih kacang panjang varietas patra biji merah putih, kangkung dan benih tomat varietas kartika, pupuk kandang kotoran kambing, Pupuk NPK majemuk mutiara dan pupuk daun.
B.     Langkah Kerja
Adapun langkah kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Dilakukan pembukaan lahan dan pengeplotan lahan dengan ukuran 3X3 m untuk setiap kelompok dan diolah hingga tanah menjadi gembur pada tanggal 14 Februari 2011.
2.      Dilakukan pembuatan media semai untuk tomat dan pengeringan pupuk kandang di lahan pada tanggal 21 Februari 2011.
3.      Dilakukan penanaman benih kacang panjang dan kangkung dengan jarak tanam 75X25 cm untuk kacang panjang dan 5X5 cm untuk kangkung pada tanggal 28 Februari 2011.
4.      Dilakukan penyiraman setiap hari dan ditentukan sampel tanaman. Selain itu, dihitung daya kecambah tanaman, dilakukan penyulaman dan pemupukan pada tanggal 7 Maret 2011.
5.      Selanjutnya,dilakukan penyiangan dengan mencabuti rumput yang tumbuh dan diukur tinggi serta jumlah daun tanaman pada tanggal 14 Maret 2011.


6.      Dilakukan pemupukan NPK dan pemberian ajir pada tanaman kacang panjang setinggi 2 m pada tanggal 21 Maret 2011. Selain itu, pengamatan tetap dilakukan.
7.      Dilakukan pemupukan pada daun menggunakan pupuk growmore dan dihitung konsentrasi per petak lahannya serta dilakukan pengamatan terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman pada tanggal 28 Maret 2011.
8.      Dilakukan pemanenan pertama tanaman kangkung dan penyiangan serta transplanting tanaman tomat ke lahan pada tnaggal 04 April 2011.
9.      Dilakukan penyiangan dan diukur panjang buah kacang panjang yang telah berbuah dan dihitung jumlahnya pada tanggal 11 April 2011.
10.  Dilakukan pemanenan kacang panjang yang pertama dan diukur 3 buah terpanjang serta pemanenan kangkung yang kedua pada tanggal 18 April 2011.
11.  Dilakukan pemanenan kacang panjang yang kedua dan diukur 3 buah yang terpanjang pada tanggal 25 April 2011.
12.  Dilakukan pemanenan kacang panjang yang ketiga dan diukur 3 buah terpanjang pada tanggal 9 Mei 2011.
13.  Dikumpulkan data tersebut dan dibuat laporan akhir praktikum.



IV.             HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.    Data hasil pengamatan
TAbel 1.1 Pengamatan tinggi tanaman dan jmlah daun kacang panjang
No
Tanggal Pengamatan
sampel
Tinggi tanaman
∑ daun
1
07 Maret 2011
1
10 cm
2


2
8,5 cm
2


3
9,5 cm
2


4
11,5 cm
2
 2
14  Maret 2011
1
31 cm
6


2
28 cm
5


3
31 cm
5


4
35 cm
5
 3
21 Maret 2011
1
76 cm
10


2
48 cm
9


3
60 cm
6


4
78 cm
9
 4
28 Maret 2011
1
160 cm
10


2
109 cm
9


3
165 cm
10


4
170 cm
10

TAbel 1.2 Pengamatan tinggi tanaman dan jmlah daun kangkung
No
Tanggal Pengamatan
sampel
Tinggi tanaman
∑ daun
1
07 Maret 2011
1
5 cm
4


2
5 cm
4


3
6 cm
4


4
6 cm
4


5
5,5 cm
4



 2
14  Maret 2011
1
18 cm
8


2
14 cm
6


3
15 cm
6


4
12 cm
5


5
14 cm
6
 3
21 Maret 2011
1
30 cm
11


2
27 cm
10


3
26 cm
10


4
23 cm
9


5
26 cm
8

Grafik 1.1 Grafik tinggi kacang panjang









Grafik 1.2 Grafik tinggi Kangkung





Grafik 1.3 Grafik jumlah daun kacang panjang









Grafik 1.4 Grafik jumlah daun kangkung







Tabel 2.1 pengamatan hasil panen kacang panjang
No
Tanggal Panen
Berat (g)
1
18 April 2011
250
2
25 April 2011
150
3
09 Mei 2011
750

Tabel 2.2 pengamatan hasil panen kangkung
No
Tanggal Panen
Berat (g)
1
04 April 2011
1900
2
18 April 2011
800

Grafik 2.1 Berat tanaman kacang panjang











Grafik 2.1 Berat tanaman kangkung









Tabel 3.1 Tinggi tanaman kangkung hidroponik
No
Tanggal
Tanaman pot ke
Tinggi
1
23 mei 2011
1
67 cm
2

2a
48 cm
3

2b
63 cm
4

2c
58cm
5

3a
43 cm
6

3b
32 cm
7

3c
27 cm
8

3d
35 cm
9

3e
7 cm
Tabel 3.2 Berat Tanaman Kangkung Hidroponik
No
Tanggal
Pot ke
Berat
1
30 Mei 2011
1
3,2 gram
2

2
6,6 gram
3

3
4,7 gram


Grafik 3.1 Tinggi tanaman kangkung hidroponik












Grafik 3.2 bobot tanaman kangkung hidroponik

B.     Pembahasan
Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa baik tinggi tanaman maupun jumlah daun untuk kedua komoditas yang ditanam terus mengalami peningkatan yang pesat hingga minggu ke empat. Ini berarti, tanaman sedang mengalami fase vegetatif. Untuk tanaman kacang panjang diamati selama 4 minggu dan untuk kangkung diamati selama 3 minggu.
 Pada masa/fase ini tanaman diberikan asupan hara yang cukup mulai dari pemberian pupuk kandang,NPk dan pupuk daun growmore sehingga tanaman tumbuh sehat.
Tetapi, tetap saja ada serangan hama penyakit yang terjadi, terutama pada tanaman kacang panjang yang mengakibatkan hasil panen kurang dari potensi yang bias diperoleh. Pengamatan tinggi dan jumlah daun untuk tanaman kacang panjang dimulai dari tanggal 7 Maret 2011 hingga 28 Maret 2011. Dari grafik terlihat bahwa tidak semua sampel menunjukan hasil tang baik dan merata. Terlihat ada 1 atau dua sampel yang tidak terlalu menyeba normal dalam arti terlihat agak jauh pertumbuhan tinggi maupun jumlah daunnya. Hal ini bias disebabkan kedalaman saat penanaman berbeda, penyebaran pupuk yang tidak merata ataupun kemampuan tanaman itu sendiri rendah dalam menyerap hara. Begitu pula untuk tanaman kangkung. Tanaman pada plot kami kurang subur jika disbanding dengan plot yang lain. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh penyiraman yang kurang intensif saat kangkung mengalami fase vegetatif, padahal seperti yang kita ketahui bahwa tanaman kangkung memerlukan cukup banyak air pada saat fase tersebut. Selain itu, jarak tanaman pen mempengaruhi pertumbuhan tanaman ini. Jarak yang terlalu dekat berakibat perebutan hara antar tanaman sehingga tanaman tumbuh kurang normal.
Pengaruh pemberian pupuk kandang kurang berpengaruh pada praktikum ini. Pada dasarnya, tanah yang digunakan untuk praktikum ini sudah subur, karena tanah ini belum pernah digunakan untuk budidaya tanaman lain sebelumnya, sehingga cakupan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman masih cukup tersedia. Pemberian pupuk kandang kotoran kambing yang banyak (2 karung per lahan) menyebabkan lahan tersebut lebih banyak gulmanya. Hal ini desebabkan oleh sisa-sisa bibit gulma yang ada pada kotoran kambing tersebut masih ada. Selain itu, jika prektikan kurnag perhatian terhadap lahannya, maka dapat menyebabkan lahannya ditumbuhi oleh banyak gulma sehingga terjadi perebutan unsure hara dengan tanaman utama.
Pada praktikum budidaya ini, klompok kami mengalami gagal panen untuk tanaman tomat. Hal ini disebabkan oleh tidak tumbuhnya semaian tomat di tempat penyemaian.
Selain itu, saat ada tomat yang tumbuh dan ditransplanting, tomat tersebut selalu mati. Kami melakukan transplanting dan penyulaman dilahan untuk tanaman tomat hingga 3 kali. Tetapi setiap transplanting hanya 1 atau 2 tanaman saja yang tumbuh dari sekitar 9 tanaman yang ditransplanting.
Kurangnya penyiraman dan naungan pada tanaman dapat menjadi penyebab matinya tanaman tersebut. Selain itu, kondisi cuaca yang sangat terik menyebabkan tanaman cepat layu dan mati.









  Gambar 1.1                                                                           Gambar 1.2






  Gambar 1.3                                                                           Gambar 1.4

Keterangan:
Gambar 1.1 kangkung sebelum panen ke 1
Gambar 1.2 Kangkung sebelum panen ke 2
Gambar 1.3 Tanamam Tomat transplanting yang mati
Gambar 1.4 tanaman kacang panjang setelah panen ke 3










 Gambar 1.5                                             Gambar 1.6








 Gambar 1.7                                             Gambar 1.8

Keterangan:
Gambar 1.5 panjang kacang panjnag yang mencapai 89 dan 82 cm
Gambar 1.6 kacang panjang yang terkena penyakit
Gambar 1.7 kacang panjang sebelum panen pertama
Gambar 1.8 panen ke 3 dari kacang panjang yang mencapai 750 gram



V.                KESIMPULAN

Adapun kesimpulan ari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Kegagalan panen dapat disebabkan oleh serangan hama maupun kurangnya perhatian dari praktikan
2.      Hasil panen suatu komoditas tergantung dari perawatan tanaman, pemberian pupuk dan pengairan
3.      Pertambahan daun berkorelasi positif dengan pertambahan tinggi
4.      Penyiangan dapat mengurangi kompetisi gulma dengan tanaman sehingga tanaman dapat tercukupi kebutuhan unsure haranya.
5.      Penggunaan pupuk kandang yang belum matang dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian pada tanaman.
6.      Pemberian pupuk kandang pada praktikum ini kurang menunjukan pengaruh karena tanahnya masih subur.


DAFTAR PUSTAKA


Eko Widiyanto. (1991). Sinar Tani. Bercocok Tanam Kangkung Darat. Sinar Tani.
Harun, Y. 1995. Telaah Tingkat Jenis Residu Pestisida pada Beberapa Sayuran
yang Dijual di Pasar Swalayan dan Pasar Umum Bogor (tesis). Bogor:

Nugrohati, S. dan K. Untung. 1986. Pestisida dalam Sayuran. Seminar Keamanan
Pangan dalam Pengolahan dan Penyajian. Yogyakarta 1 – 3 September.
Nursanyoto H, dkk. 1992. Ilmu Pertanian. Jakarta. Golden Terayon Press.
Sunarjono, H. H. 2003. Seri Agribisnis: Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta :
Penebar Swadaya.





4 komentar:

  1. This is my first time I visit here. I found so many interesting stuff in your blog especially its discussion. From the tons of comments on your articles, I guess I am not the only one having all the enjoyment here! Keep up the good work.Pakistan marriage | Pakistani Shadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum..How are you ali???
      thanks a lot Ali, u was visited to my blog..i hope we can be a friend for discussion the up to date issue in the world..

      Hapus
  2. terima kasih untuk semua postingan kak darso :)
    sangat membantu ana membuat laporan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuppps....sama2..:)
      semoga bermanfaat ya...
      silakan berknjung lagi..

      Hapus