ahlan wa sahlan

Semoga bermanfaat," Sampaikanlah Walau Hanya Satu Ayat"

Selasa, 05 Juni 2012

Evaluasi kesuburan tanah


Evaluasi kesuburan tanah
Penilaian status kesuburan tanah mutlak diperlukan untuk menentukan jenis dan jumlah unsur hara yang harus ditambahkan
Cara evaluasi kesuburan tanah:
  1. Melihat gejala kekurangan hara
  2. Uji tanaman
  3. Uji biologi
  4. Uji tanah
Gejala defisiensi hara
Kekurangan atau kelebihan unsur tertentu dapat menyebabkan citra pertumbuhan tanaman yang abnormal
Gejala yang dapat dilihat:
  1.   terhambatnya 
     pertumbuhan tanaman
2.  Kelainan dalam warna, 
     biasanya pada daun
3.  Nekrosis (matinya jaringan),
     misalnya keringnya penggiran daun
4.  Bentuk yang abnormal
Kesukaran yang dihadapi:
  1.   gejala yang sama dapat 
     ditimbulkan oleh unsur yang
     berbeda
2.  Gejala defisiensi baru timbul 
     setelah tanaman benar-benar
     menderita, sehingga timbul
     pengaruh kedua
3.  Gejala defisiensi juga dapat 
     disebabkan sebab lain: serangan
     hama dan penyakit

Uji tanaman
q  Didasarkan asumsi bahwa jumlah unsur hara di dalam tanaman mempunyai hubungan dengan keadaan hara dalam tanah
q  Dari hasil uji tanaman akan didapat kadar hara tertentu dalam tanaman yang dapat dipakai sebagai dasar penilaian kesuburan tanah
Kelemahan uji tanaman:
q  Adanya unsur kritis dalam tanaman sebagai akibat unsur lain yang berlebihan: boron menjadi kritis dalam tanaman bila terdapat banyak ca
q  Untuk tiap jenis tanaman berbeda cara, waktu dan bagian tanaman untuk keperluan analisa
Uji biologi
  1. Percobaan lapangan
Sejumlah perlakuan pemupukan dilakukan dengan beberapa ulangan, dengan menggunakan suatu tanaman tertentu sebagai indikator.
Dari percobaan berulang pada suatu wilayah dengan tanaman tertentu dapat diformulasikan rekomendasi pemupukan
  1. Percobaan lapangan
Kelemahan:
  1. Selalu dipengaruhi iklim
  2. Pembiayaan lebih besar
  3. Waktu yang lebih lama
  4. Tenaga yang lebih banyak

2.  Percobaan rumah kaca
Dilakukan di rumah kaca dengan sejumlah tertentu tanah dalam pot dengan menggunakan tanaman tertentu sebagai indikator
Keuntungan:
  1. Lebih cepat mengetahui status hara dalam tanah
  2. Mudah pengulangan
  3. Relatif lebih murah

Kelemahan:
                keadaan lingkungan terkendali sehingga pertumbuhan tanaman indikator lebih baik
3.   Percobaan mikrobiologi
Setiap mikroorganisme akan sensitif terhadap unsur hara tertentu sesuai dengan kebutuhannya
Keuntungan:
  1. Lebih sederhana
  2. Relatif cepat
  3. Memerlukan sedikit ruangan
  4. Biaya relatif murah

Uji tanah
Merupakan cara yang relatif akurat
Keuntungan:
  1.  lebih mudah diulang
  2.  biaya relatif murah
  3.  ruangan dapat sempit
  4.  jangkauannya lebih jauh dari
    cara lain
Kelemahan:
  1.  metode yang tidak dapat 
      dipakai untuk semua tanah
B.  Pengambilan contoh tanah
      harus tepat mewakili daerah
Jenis uji tanah:
  1. Uji total
  2. Uji parsial
Tujuan:
  1. Memelihara status kesuburan 
     tanah
B.  Meramalkan kemungkinan
     adanya respon dari
     pemupukan dan pengapuran
  1. Mendapatkan rekomendasi pemupukan dan pengapuran
  2. Mengevaluasi status kesuburan untuk riset, pendidikan dan pengembangan wilayah
Fakor yang perlu diperhatikan dalam menyusun rekomendasi pemupukan:
  1.   hasil analisa tanah
  2.   jenis tanaman
  3.   hasil yang diharapkan
  4.   tipe tekstur tanah
  5.   tipe iklim





Sejarah pemupukan
Mengapa tanah perlu di pupuk?
Unsur hara esensial
n  Kapasitas tanah menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman relatif terbatas
n  Hingga sekarang telah dikenal 16 macam unsur hara esensial bagi tanaman: c, h, o, n, p, k, ca, mg, s, mn, cu, zn, mo, b, cl dan fe
n  Unsur hara dikatakan esensial bila: (1) kekurangannya dapat menghambat dan mengganggu pertumbuhan, (2) kekurangannya tidak dapat digantikan unsur lain, dan (3) unsur tersebut terlibat langsung dalam gizi makanan tanaman
n  Berdasarkan kebutuhannya bagi tanaman unsur hara esensial dibagi 2, yaitu (1) unsur hara makro yang banyak digunakan/dibutuhkan tanaman bahkan dapat mencapai ≥ 100 kg/ha, dan (2) unsur hara mikro yang dibuthkan tanaman dalam jumlah sedikit.
n  Berdasarkan kebutuhannya bagi tanaman unsur hara esensial dibagi 2, yaitu (1) unsur hara makro yang banyak digunakan/dibutuhkan tanaman bahkan dapat mencapai ≥ 100 kg/ha, dan (2) unsur hara mikro yang dibuthkan tanaman dalam jumlah sedikit.

Evaluasi kebutuhan pupuk
n  Melihat gejala defisiensi
n  Analisa tanaman
n  Uji biologi
n  Analisa tanah

Sejarah pemupukan
n  Xenophon (234-149 sm), melaporkan pengaruh pembenaman sisa-sisa tanaman kacang-kacangan ke dalam tanah.
n  Cato (234-148 sm), menyatakan pentingnya pergiliran tanaman dan penanaman leguminosa untuk perbaikan kesuburan tanah.
n  Columella (45 m), melaporkan pentingnya penggunaan abu tanaman dan pupuk hijau dalam meningkatkan produktifitas tanaman.
n  Jethro tull (1931 m), melaporkan bahwa air, udara, nitrat menentukan pertumbuhan tanaman
n  Justus von liebig, dengan menganalisa bagian-bagian tanaman dapat memformulasikan unsur-unsur hara di dalam pupuk yang dapat ditambahkan ke dalam tanah pada periode tanam berikutnya.  Ia juga mengembangkan “hukum minimum”

Pengertian pupuk
n  Dalam arti luas pupuk  ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Dalam pengertian ini adalah pemberian bahan kapur dengan maksud untuk meningkatkan ph tanah yang masam, pemberian legin bersama benih tanaman kacang-kacangan serta pemberian pembenah tanah (soil conditioner) untuk memperbaiki sifat fisik tanah, dan pemberian urea dalam tanah yang miskin akan meningkatkan kadar n dalam tanah tersebut, semua dinamakan pemupukan. Dengan demikian bahan kapur, legin, pembenah tanah dan urea disebut pupuk.
n  Dalam arti khusus pupuk ialah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Dengan pengertian ini, dari kegiatan yang disebutkan di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan tersebut yang mengandung hara tanaman yaitu nitrogen.

Bahan pupuk
bahan pupuk selain mengandung  hara tanaman umumnya mengandung bahan lain, yaitu:
n  Zat pembawa atau karier (carrier). Double superfosfat (ds): zat pembawanya adalah caso4 dan hara tanamannya fosfor (p).
n  Senyawa-senyawa lain berupa kotoran (impurities) atau campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. Misalnya za (zwavelzuure amoniak) sering mengandung kotoran sekitar 3% berupa khlor, asam bebas (h2so4) dan sebagainya.
n  Bahan mantel (coated) ialah bahan yang melapisi pupuk dengan maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih rendah dan mungkin agar lebih menarik. Bahan yang digunakan untuk selaput berupa aspal, lilin, malam, wax dan sebagainya. Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa mantel.
n  Pengisi (filler).
   pupuk majemuk atau pupuk campur yang kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizer nya dapat tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar mudah disebar lebih merata

Klasifikasi pupuk
berdasarkan asalnya dibedakan:
n  Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya: pupuk kompos, pupuk kandang, guano, pupuk hijau dan pupuk batuan
n  Pupuk buatan ialah pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya: tsp, urea, rustika dan  nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika dan/atau kimia.
Klasifikasi pupuk
berdasarkan senyawanya dibedakan:
n  Pupuk organik ialah pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik: pupuk kandang, kompos, guano. Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik misalnya rock phosphat, umumnya berasal dari batuan sejenis apatit [ca3(po4)2].
n  Pupuk anorganik atau mineral merupakan pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik
Klasifikasi pupuk
berdasarkan fasa-nya dibedakan:.
n  Pupuk padat. Pupuk padat umumnya mempunyai kelarutan yang beragam mulai yang mudah larut air sampai yang sukar larut.
n  Pupuk cair. Pupuk ini berupa cairan, cara penggunaannya dilarutkan dulu dengan air, umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro maupun mikro, harganya relatif mahal.. Pupuk amoniak cair merupakan pupuk cair yang kadar n nya sangat tinggi sekitar 83%, penggunaannya dapat lewat tanah (injeksikan).
Klasifikasi pupuk
berdasarkan cara penggunaannya:
n  Pupuk daun ialah pupuk yang cara pemupukan dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada permukaan daun.
n  Pupuk akar atau pupuk tanah ialah pupuk yang diberikan ke dalam tanah disekitar akar agar diserap oleh akar tanaman.
Klasifikasi pupuk
berdasarkan reaksi fisiologisnya:
n  Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis masam artinya bila pupuk tersebut diberikan ke dalam tanah ada kecenderungan tanah menjadi lebih masam (ph menjadi lebih rendah). Misalnya:  za dan urea.
n  Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basis ialah pupuk yang bila diberikan ke dalam tanah menyebabkan ph tanah cenderung naik misalnya: pupuk chili salpeter, calnitro, kalsium sianida.
Klasifikasi pupuk
berdasarkan jumlah hara dibedakan:
n  Pupuk tunggal ialah pupuk yang hanya mengandung satu hara tanaman saja. Misalnya: urea hanya mengandung hara n, tsp hanya dipentingkan p saja (sebetulnya juga mengandung ca).
n  Pupuk majemuk ialah pupuk yang mengandung dua atau lebih dua hara tanaman. Contoh:  npk, amophoska, nitrophoska dan rustika.
Klasifikasi pupuk
berdasarkan macam hara tanaman:
n  Pupuk makro ialah pupuk yang mengandung hanya hara makro saja: npk, nitrophoska, gandasil.
n  Pupuk mikro ialah pupuk yang hanya mengandung  hara mikro saja misalnya: mikrovet, mikroplek, metalik.
n  Campuran makro dan mikro misalnya pupuk gandasil, bayfolan, rustika. Sering juga ke dalam pupuk campur makro dan mikro ditambahkan juga zat pengatur tumbuh (hormon tumbuh). 
Istilah-istilah pupuk
n  Mutu pupuk atau grade fertilizer artinya angka yang menunjukkan kadar hara tanaman utama (n,p, dan k) yang dikandung oleh pupuk yang dinyatakan dalam prosen n total, p2o5 dan k2o. Misalnya pupuk rustika yellow 15-10-12 berarti kadar n 15%, p2o5 10% dan k2o 12%.
n  Perbandingan pupuk atau ratio fertilizer  ialah perbandingan unsur n,p dan k yang dinyatakan dalam n total, p2o5 dan k2o merupakan penyederhanaan dari grade ferilizer. Misalnya grade fertilizer 16-12-20 berarti ratio fertilizernya 4:3:5.
n  Pupuk campur atau mixed ferilizer atau ialah pupuk yang berasal dari berbagai pupuk yang kemudian dicampur oleh pemakainya. Misalnya pupuk urea, tsp dan kcl dicampur  menjadi satu dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan pupuk majemuk yaitu pupuk yang mempunyai dua atau lebih hara tanaman dibuat langsung dari pabriknya.


Pupuk alam
Definisi:
Pupuk-pupuk yang berasal dari sisa-sisa organisme hidup, baik sisa tanaman maupun sisa hewan yang telah mengalami dekomposisi
Kandungan haranya lebih sedikit dari pupuk buatan, tetapi dapat meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur dan mendorong kehidupan jasad renik
Jenis pupuk alam:
1)       Pupuk kandang
2)       Pupuk hijau
3)       Kompos
4)       Guano

Pupuk kandang
Definisi:
Pupuk yang berasal dari kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang tercampur dengan sisa-sisa makanan ataupun alas kandang
Kadar hara:
Kadar rata-rata unsur hara dalam pupuk kandang sangat bervariasi
Kadar hara bagian padat & cair:
Bagian pupuk
N total (%)
P-total (%)
K-total (%)
Padat
55
100
65
Cair
45
Sedikit
35

Kadar hara:
Kadar hara berbagai pupuk kandang:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar