ahlan wa sahlan

Semoga bermanfaat," Sampaikanlah Walau Hanya Satu Ayat"

Selasa, 05 Juni 2012

MEKANISME KERJA HERBISIDA (Laporan Praktikum Herbisida dan lingkungan)


MEKANISME KERJA HERBISIDA
(Laporan Praktikum Herbisida dan lingkungan)



Oleh


Darso Waluyo
0914013084













JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012


HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
1. Herbisida Pasca Tumbuh
Nama Herbisida
Bahan Aktif
Dosis
Jenis Gulma
Rambo 480 SL
Glifosat 480 g/l
2-6 l/ha
Imprata cylindrica
Axonopus compresus
Gramoxone 276 SL
Parakuat 276 g/l
1,5-3 l/ha
Paspalum conjugatum
Eleusine indica
Digitaris ciliaris
Topstar 50/300 EW
Fluroksipir
Isoprofil amina
1-2 l/ha
Berreria alata
Ageratum conyzoides
Mikania micrantha

2. Herbisida Pra tumbuh
Nama Herbisida
Bahan Aktif
Dosis
Jenis Gulma
Command 480 EC
klomazon
0,5- 1 l/ha
Eclipta prostata
Cynodon dactylon
fioristylis
Ti-gold 10 WP
Etil Pirazosulfuron 10 %
60 g/ha
Cyperus iria
Fibristylis miliaceae
Cyperus difformis
Prowl 330 EC
Pendimetalin
330 g/l
1,5-3 l/ha
Cynodon dactylon
Ageratum conyzoides
Digitaria




3. Herbisida Non Selektif
Nama Herbisida
Bahan Aktif
Dosis
Jenis Gulma
Proquat 276 SL
Parakuat 276 g/l
2,0-2,5 l/ha
Ageratum conyzoides
Ischiema timorerse
Bimaron 500 F
Diuron 500 g/l
0,75-3 l/ha
Digitaria
Lindernia cicciata
Cyperus rotundus
Metsy 200 WG
Metil metsulfuron 20%
20 g/ha
Rumput
teki

4. Herbisida Selektif
Nama Herbisida
Bahan Aktif
Dosis
Jenis Gulma
Storane 200 EC
Fluroksipir 200 g/l
0,25-0,5 l/ha
Mikania michantha
Borreria latifera
Ageratum conyzoides
Win 10WP
Metil Metsulfuron 10%
20-40 g/ha
Monochoria vaginalis
Tuwal 865 AS
2,4 Amina
1-1,5 l/ha
Teki pada padi sawah

5. Herbisida Sistemik
Nama Herbisida
Bahan Aktif
Dosis
Jenis Gulma
Rambo 480 SL
Glifosat 480 g/l
2-6 l/ha
Imprata cylindrica
Axonopus compresus
Command 480 EC
klomazon
0,5- 1 l/ha
Eclipta prostata
Cynodon dactylon
fioristylis
Storane 200 EC
Fluroksipir 200 g/l
0,25-0,5 l/ha
Mikania michantha
Borreria latifera
Ageratum conyzoides



6. Herbisida Kontak
Nama Herbisida
Bahan Aktif
Dosis
Jenis Gulma
Gramoxone 276 SL
Parakuat 276 g/l
1,5-3 l/ha
Paspalum conjugatum
Eleusine indica
Digitaris ciliaris
Rice star
Fenoktaprop-p-etil 6,9 g/l
0,4-0,6 l/ha
Daun sempit
Goal
Oksikloorfen 240 g/l

Rumput
Teki
Daun lebar


B. Pembahasan
Herbisida memiliki efektivitas yang beragam. Berdasarkan cara kerjanya, herbisida kontak mematikan bagian tumbuhan yang terkena herbisida, dan herbisida sistemik mematikan setelah diserap dan ditranslokasikan ke seluruh bagian gulma. Menurut jenis gulma yang dimatikan ada herbisida selektif yang mematikan gulma tertentu atau spektrum sempit, dan herbisida non selektif yang mematikan banyak jenis gulma atau spektrum lebar (Fadhly dan Tabri, 2007).
Mode of action suatu herbisida sangat penting dalam menentukan apakah suatu herbisida dikatakan efektif atau tidak. Ada tujuh Mode of action dari suatu herbisida, yaitu:
1.      Menghambat sintesis asam amino
2.      Menghambat sintesis lemak
3.      Menghambat fotosintesis
4.      Menghambat pembelahan sel
5.      Menghambat sintesis pigmen
6.      Melakukan perusakan sel
7.      Merusak sistem kerja hormon


Dari ketujuh mode of action herbisida dalam tubuh tumbuhan akan dijelaskan sebanyak 3 mode of action mekanisme kerja herbisida tersebut yaitu:
1. Menghambat Proses Fotosintesis
Nama Umum : Paraquat
Nama Kimia : 1,1 ' - Dimethyl - 4,4 ' - bipyridinium dichloride
Rumus Empiris : C12H14N2Cl2
Rumus Bangun :
(Crafts and Robins, 1973).
Paraquat adalah nama dagang untuk 1, 1 '-dimethyl-4, 4'-bipyridinium dichloride, salah satu yang paling banyak digunakan di dunia herbisida. Paraquat, yang viologen, adalah bertindak cepat dan non-selektif, membunuh tanaman hijau pada jaringan kontak. Juga bersifat racun bagi mahluk hidup, jika terakumulasi didalam tubuh. Herbisida paraquat merupakan herbisida kontak dari golongan bipiridilium yang digunakan untuk mengendalikan gulma yang diaplikasikan pasca-tumbuh. Herbisida tersebut digunakan secara luas untuk mengendalikan gulma musiman khususnya rerumputan (Tjitrosoedirdjo, dkk, 1984).
Herbisida paraquat bekerja dalam kloroplas. Kloroplas merupakan bagian dalam proses fotosintesis, yang mengabsorbsi cahaya matahari yang digunakan untuk menghasilkan gula. Diketahui bahwa paraquat bekerja dalam sistem membran fotosintesis yang disebut Fotosistem I, yang menghasilkan elektron bebas untuk menjalankan proses fotosintesis. Elektron bebas dari fotosistem I bereaksi dengan ion paraquat untuk membentuk radikal bebas. Oksigen segera mengubah kembali radikal bebas ini dan dalam proses ini menghasilkan O2 negatif.
Dengan adanya reaksi kimia yang tinggi, O2 negatif menyerang membran asam lemak tak jenuh, dengan cepat membuka dan mendisintegrasikan membran sel dan jaringan. Ion paraquat/radikal bebas tersebut kemudian mendaur ulang dengan menghasilkan lebih banyak lagi O2 negatif sampai pasokan elektron bebasnya berhenti. Kerja herbisida ini sangat tergantung pada kehadiran cahaya, oksigen, dan fotosintesis (Anderson, 1977).

2. Menghambat Sintesis Asam Amino
Metil metsulfuron pertama kali diperkenalkan pada tahun 1982. Herbisida ini bersifat sistemik, diabsorbsi oleh akar dan daun serta ditranslokasikan secara akropetal dan basipetal. Gulma yang peka akan berhenti tumbuh hampir segera setelah aplikasi post-emergence dan akan mati dalam 7-21 hari. Herbisida ini bersifat selektif untuk mengendalikan berbagai gulma pada padi sawah (Djojosumarto, 2008).
Nama Umum               : Metsulfuron-methyl
Nama Kimia                : methyl 2-[[(4-methoxy-6-methyl-1,3,5-triazine-2-yl)aminocarbonyl]aminosulfonyl]benzoate
Rumus Empiris            : C14H15N5O6S
Rumus Bangun           :
(Audus, 1969).

Cara kerja metil metsulfuron adalah menghambat kerja dari enzim acetolactate synthase (ALS) dan acetohydroxy synthase (AHAS) dengan menghambat perubahan dari α ketoglutarate menjadi 2-acetohydroxybutyrate dan piruvat menjadi 2-acetolactate sehingga mengakibatkan rantai cabang-cabang asam amino valine, leucine, dan isoleucine tidak dihasilkan. Tanpa adanya asam amino yang penting ini, maka protein tidak dapat terbentuk dan tanaman mengalami kematian (Ross and Childs, 2010).
3.
Nama Umum : Glifosat
Nama Kimia : [(phosphonomethyl)amino]acetic acid
Rumus Empiris : C3H8NO5P
Rumus Bangun :
(Anderson, 1977).
Cara kerja glifosat adalah menonaktifkan/ menghambat kerja enzim EPSP (5-Enolpyruvyl Shikimate 3- Phosphate) yang berperan dalam biosintesa asam aromatik penyusun protein yakni tryptophan, tyrosin, dan phenylalanin. Gejala keracunan terlihat agak lambat, dimana daun akan terlihat layu menjadi coklat dan akhirnya mati. Gejala akan terlihat 1-3 minggu setelah aplikasi (Djojosumarto, 2008).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar