I.
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam bidang pertanian tanah mempunyai peranan yang sangat penting,
diantaranya adalah sebagai tempat penyimpanan air yang nantinya akan
dimanfaatkan oleh mahkluk hidup yang ada disekitar tanah tersebut.
Tanah terdiri dari 3 fase yaitu : Padat, Cair dan Gas. Fase cair adalah
tanah mengisi sebagian atau keseluruhan ruang kosong diantara zara-zarah padat
serta proses kohesi air.
Air yang tertahan dapat dijumpai dalam pori-pori mikro ataupun
selaput-selaput yang ada disekitar zarah-zarah padat tanah, sedangkan air yang
tidak tertahan mengisi pori-pori makro dan kemudian meresap kebawah karena
adanya gaya gravitasi bumi.
Didalam tanah, air dibedakan menjadi :
- Air gravitasi, yaitu air yang tidak dapat ditahan oleh tanah tetapi meresap kedalam tanah karena adanya gaya gravitasi bumi.
- Air kapiler, yaitu air yang ditahan oleh tanah dan biasanya merupakan suatu lapisan yang ada didekat zarah-zarah padat tanah dan didalam ruang-ruang kapiler.
- Air higroskopik, yaitu air yang terjerap oleh zarah-zarah padat tanah dan merupakan selaput tipis yang tertahan kuat, sehingga tidak mudah menguap kedalam air biasa. Air higroskopik tidak dapat diserap oleh tanaman.
Untuk mengetahui keadaan air tanah dalam hubunganya dengan pertumbuhan
tanaman maka kita perlu menetapkan kadar air tanah, dan beberapa keadaan
seperti :
- Kadar air total, yaitu kadar air yang diperoleh dengan pengeringan tanah kering udara didalam oven pada suhu 105◦C sehingga bobotnya tetap.
- Kapasitas lapang, yaitu jumlah air yang ditahan oleh tanah setelah kelebihan air gravitasi meresap kebawah karena gaya gravitasi.
- Titik layu permanen, yaitu kandungan air tanah pada saat tanaman yang ditanam diatasnya mengalami mengalami layu permanen dan sulit disembuhkan kembali walaupun kemudian diberikan air yang cukup. Selisih antara kapasitas lapang dan titk layu permanen disebut air tersedia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air tersedia :
-
faktor
tanah, yaitu daya hisap, kedalaman dan pelapisan tanah.
-
faktor
tumbuhan, yaitu bentuk perakaran, daya tahan terhadap kekeringan, tingkat dan
stadia pertumbuhan.
-
Faktor iklim, yaitu temperatur, kelembaban dan
kecepatan angin.
1.2 Tujuan percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1.
Menentukan
tekstur tanah berdasarkan partikel tanah
2.
Menentukan
kadar air tanah
II.
METODE PERCOBAAN
2.1 Alat
dan Bahan
Alat dan Bahan yang digunaklan dalam percobaan ini
adalah :
a. Penetapan Kadar Air Total
*
tanah
*
oven
* neraca ohaus
* eksikator
* botol timbang tertutup
b. Penetapan Tekstur di Laboratorium (metode
Gravimetrik)
* tanah kering udara * larutan calgon
* air destilata * amil alkohol
* gelas piala * milk shaker
* silinder sedimentasi * pengocok
* hidrometer * stop watch
c. penetapan Tekstur di Lapang
* contoh tanah
* air
* tabel kelas tekstur
2.2 Cara Kerja
A. Penetapan kadar air total
- memasukkan 5 gr tanah ke dalam botol
timbang
- menimbang botol timbang beserta isinya
- mengeringkan contoh tanah dengan oven
pada suhu 105C selama 24 jam
- mendingankan
botol timbang dan isinya dengan eksikator sampai suhu kamar
- menghitung persentase kadar air
berdasrkan bobot tanah kering oven
B. Penetapan tekstur di Laboratorium
- menimbang 50
gr tanah kering udara
- memasukkan
tanah kedalam gelas piala 400 ml dan menambahkan 50 ml 1,5% larutan calgon
secukupnya
- menambahkan ±300 air destilata
- mengaduk ke
dalam milk shaker selama 5 menit
- menuangkan
secara kuantitaif semua isinya kedalam silinder sedimentasi 1000 ml
-
menambahnkan air ke dalam silinder sedimentasi hingga batas 1000 ml
- menyimpan
di dalam silinder sedimentasi selama 20 – 24 jam
- mengocok
tabung dengan menggunakan pengocok
- memasukkan
hydrometer selama 40 detik kedalam tabung, dan mencatat suhunya
- mencatat
untuk selang waktu 40 dan 120 detik, dan menghitung persentase pasir, debu, dan
liat
C. Penetapan tekstur di Lapang
- mengambil
sedikit massa tanah kering lembab, kemudian memijitnya dengan ibu jari dan
telunjuk hingga membentuk bola lembab
-
menggulung-gulung sambil melit daya tahanya terhadap tekanan dan melihat
kelekatan massa tanah sewaktu ibu jari dan telunjuk direnggangkan
- menetukan
tekstur berdasarkan licin dan kasarnya permikaan tanah.
III.
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Pengamatan
Hasil pengamatan
kadar air total
Jenis Tanah
|
|
Bobot
|
|
KA
|
|
1
|
2
|
3
|
|
1.GM
2.TB
|
*
Cawan Kecil = 15,545
*
Cawan GM = 78,406 g
* Total Cawan
= 93,951
* Cawan Kecil
= 15,545 g
*
Cawan TB
= 78,406 g
* Total Cawan
= 93,951 g
|
93,951 + 5,034
= 98,985
93,951 g +
5,034 g
= 4,631 g
|
95,814 g –
93,951 g
= 1,063 g
98,586 g– 93,951 g
= 4,631
|
46,75%
8,61 %
|
Hasil pengamatan
tekstur di lapang
Jenis
Tanah
|
Rasa
dan Sifat Tanah
|
Tekstur
Tanah
|
1. GM
2. TB
|
* Rasa
kasar agak jelas
* Pembentukan bola tanah membentuk bola agak kasar
*
sifat tanah melekat
* Rasa
licin *
Pembentukan bola secara terus-menerus
dan membentuk pita
*
Saifat tanah melekat
|
Lempung
berpasir
Lempung
berdebu
|
Hasil pengamatn
tekstur di laboratorium
Jenis
Tnah
|
|
Persentase
%
|
|
Tekstur
|
|
Pasir
|
Debu
|
Liat
|
|
TB
GM
|
14,98
%
11,91
%
|
2 %
2,56 %
|
83,53
%
87,52
%
|
Liat
Liat
|
3.2 Pembahasan
Reaksi – reaksi kimia di dalam tanah hanya
akan terjadi apabila terdapat air. Dalam hal pengolahan tanah, air tanah juga
berfungsi untuk mempermudah dalam mengolah tanah, mengendalikan perubahan suhu,
dan apabila menggenang dapat menghambat pertumbuhan gulma.
Beberapa cara yang digunakan untuk
menentukan kadar air tanah, antara lain ; cara gravimetrik, tegangan dan hisapan,
hambatan listrik, dan cara pembauran neutron.
Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang
telah dilakukan maka diperoleh kadar air Taman Bogo sebesar 8,61 % sedangklan
pada Gedong Meneng sebesar 46,75 %, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
kadar air Taman Bogo lebih sedikit jika dibandingkan kadar air Gedong Meneng.
Pada Taman Bogo diperoleh % debu + liat =
85,02 %, % liat = 83,02 %, % debu = 2 %,
dan % pasir = 14,98%. Sehingga apabila dilihat berdasarkan segitiga tekstur
(USDA), maka tanah tersebut termasuk tanah berliat. Sedangkan pada tanah Gedong
Meneng diperoleh % dedu + liat = 88,09 %, % liat = 87,53 %, % debu = 0,56 %,
dan % pasir = 1,91 %.
IV.
KESIMPULAN
1. Dari
hasil pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh kadar air
Taman Bogo sebesar 8,61 % sedangklan pada Gedong Meneng sebesar 46,75 %, dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa kadar air Taman Bogo lebih sedikit jika
dibandingkan kadar air Gedong Meneng.
2. Pada
Taman Bogo diperoleh % debu + liat = 85,02 %, % liat = 83,02 %, % debu = 2 %, dan % pasir = 14,98%. Sehingga
apabila dilihat berdasarkan segitiga tekstur (USDA), maka tanah tersebut
termasuk tanah berliat. Sedangkan pada tanah Gedong Meneng diperoleh % dedu + liat
= 88,09 %, % liat = 87,53 %, % debu = 0,56 %, dan % pasir = 1,91 %.
LAMPIRAN
PERHITUNGAN
KA % = 

- Taman Bogo
KA % = 

=


=


=
8,61 %
- Gedong Meneng
KA % = 

= 

=


=
46,75 %
FK = 0,36 (T – 20)
= 0,36 (28 – 20)
= 2,88
MP (TB) =
MP
(GM) = 


=
=



=
4,88 =
3,61
Persentase (%) TB
% debu + liat = 

= 

= 85,02 %
% liat = 

= 

= 83,02 %
% debu = (% debu + liat) -
% liat
= 85,02 % -
83,02 %
= 2 %
% pasir = 100 % - (% debu +
liat)
= 100 % -
85,02 %
= 14,98 %
Persentase (%) GM
% debu + liat = 

= 

= 88,09 %
% liat = 

= 

= 87,53 %
% debu = (% debu + liat) -
% liat
= (88,09 %) –
87,53 %
= 0,56 %
% pasir = 100 % - (% debu +
liat)
= 100 % -
88,09 %
= 11,91 %
Jawaban Pertanyaan
1.Karena dari tekstur tanah dapat diketahui
tanah yang mengandung relatif banyak fraksi-fraksi halus dan kasar berat
sehingga jika dibandingkan tanah bertekstur kasar dapat menentukan tekstur
tanah yang mana dapat mudah diolah atau sulit diolah.
2. Lempung Berdebu
DAFTAR PUSTAKA
Darmawijaya, M. Isa. Dr. Ir. 1992. Klasifikasi
Tanah. Gadjah Mada University
Press : Yogyakarta.
Foth. D. Henry. 1994. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.
Erlangga : Jakarta
Poerwowidodo. 1991. Genesa Tanah. Rajawali
Press : Jakarta
Tim Penyusun DDIT. 2008. Penuntun Praktikum
Dasar-Dasar Ilmu Tanah.
Universitas
Lampung : Bandar Lampung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar